I'm in Love with You, but I Don't Love You
Baru sadar. Aku pernah jatuh cinta dengan dua perempuan yang jelas tak tahu tentang perasaanku itu. Perempuan pertama bernama Rachel. Dia karakter perempuan di serial Friends yang diperankan Jennifer Aniston.
Memang menggelikan. Jatuh cinta dengan tokoh rekaan. Ketika itu aku masih SMP. Aku yakin Rachel ini perempuan paling cantik di dunia. Iya, di seluruh dunia! Duniaku waktu itu hanya RCTI, SCTV, serta tayangan laporan khusus dan kelompencapir di TVRI.
Kala itu RCTI memberi kami program layar emas, Doraemon, Jin dan Jun, Si Doel Anak Sekolahan, dan Delta (Deretan Lagu?). Sementara prime time lainnya diisi sinetron-sinetron dengan pemain lawas macam Elma Theana, Jeremy Thomas, Eksanti, atau Desy Ratnasari.
Sementara SCTV waktu itu dikenal dengan telenovela, Liputan 6, dan Jinny oh Jinny. Lalu TVRI? Setelah era Siti Nurbaya, Sengsara Membawa Nikmat, Jendela Rumah Kita, serial Hunter, dan The A Team. Rasanya tak ada lagi yang bisa diingat dari TVRI.
Kembali ke Rachel. Bagiku saat itu, Rachel sangat menarik. Kecantikan beliau rasanya sulit dipungkiri. Bukan hanya kaum proletar sepertiku yang mengakui Rachel itu cantik. Alpha male selevel Brad Pitt pun mau menikahinya. Jelas kan?
Karakter Rachel sangat sederhana untuk perempuan yang hidup di megapolitan New York. Berpacaran dengan Ross Geller (David Schwimmer) yang biasa-biasa saja. Selera humor dan naif membuatnya semakin menarik.
Paling aku ingat tentu gaya rambutnya yang waktu itu jadi trendsetter. Entah apa nama gayanya. Yang jelas rambutnya berlayer-layer gitu deh. Ternyata di kehidupan nyata, rambut Jennifer Aniston memang keren. Konon 2014 lalu, rambutnya kembali jadi trendsetter.
Tahun berjalan, musim pun berganti. Aku kembali jatuh cinta pada karakter serial lagi. Namanya Robin Scherbatzky, imigran Kanada yang bermimpi jadi news anchor tersohor di New York. Robin adalah karakter di serial How I Met Your Mother (HIMYM). Tak jauh beda dengan Rachel Green, Robin juga naif, sederhana, dan punya selera humor yang asik.
Pastinya Robin yang diperankan Cobie Smulder menurutku juga sangat cantik. Waktu itu Robin paling cantik sedunia deh. Rachel itu blonde. Sementara Robin itu brunette. Berbeda dengan Jennifer Aniston yang kesohor. Cobie Smulder belum populer di luar HIMYM.
I was in love with each of them. But I realise I didn't love them. Ya aku pernah jatuh cinta. Tapi tidak mencintai mereka. I want them, but I don't need them.
Tahun berjalan, musim pun berganti. Aku kembali jatuh cinta pada karakter serial lagi. Namanya Robin Scherbatzky, imigran Kanada yang bermimpi jadi news anchor tersohor di New York. Robin adalah karakter di serial How I Met Your Mother (HIMYM). Tak jauh beda dengan Rachel Green, Robin juga naif, sederhana, dan punya selera humor yang asik.
![]() |
| Robin yang diperankan Cobie Smulder (duduk dengan anggun dan elegan). Nikmat mana yang kau dustakan seandainya bisa memilikinya? |
I was in love with each of them. But I realise I didn't love them. Ya aku pernah jatuh cinta. Tapi tidak mencintai mereka. I want them, but I don't need them.
Manusiawi banget ketika kita memproyeksikan sesuatu yang ideal, bahkan cenderung utopis. Setidaknya itu sepenggal konsep Feuerbach. Menurut Feuerbach, banyak nilai yang tidak bisa kita wujudkan sebagai manusia. Lalu manusia mengumpulkan nilai-nilai itu dan melekatkannya pada sosok tuhan.
Begitu juga denganku. Entah sadar atau tidak. Konsep ideal perempuanku terproyeksi dalam diri Robin dan Rachel. Bukan sengaja nama keduanya diawali huruf yang sama. Sama seperti nama pacarku SMA, serta gebetanku di SD & SMP. #eaaaaaaaa.
Toh ini hanya sebatas proyeksi nilai. Aku sepenuhnya sadar mereka tak kan pernah bisa kugapai. Mau sampai kapan aku bercumbu dengan bayang-bayang?
Meski aku mengidolakan mereka. Meski aku memuja mereka. I'm in love with you, Rachel. But I don't love you. I want you, Robin. But I don't need you!
Begitu juga denganku. Entah sadar atau tidak. Konsep ideal perempuanku terproyeksi dalam diri Robin dan Rachel. Bukan sengaja nama keduanya diawali huruf yang sama. Sama seperti nama pacarku SMA, serta gebetanku di SD & SMP. #eaaaaaaaa.
Toh ini hanya sebatas proyeksi nilai. Aku sepenuhnya sadar mereka tak kan pernah bisa kugapai. Mau sampai kapan aku bercumbu dengan bayang-bayang?
Meski aku mengidolakan mereka. Meski aku memuja mereka. I'm in love with you, Rachel. But I don't love you. I want you, Robin. But I don't need you!



